Restoran Fine Dining Tertinggi di Indonesia

Bro, baru ini ada sebuah restoran fine dining dan bar modern yang keren abis, yaitu Henshin. Kenapa gue bilang ini keren abis? karena Henshin merupakan restoran fine dining dan bar tertinggi di Indonesia!

Henshin berada di tiga lantai teratas The Westin Jakarta dan fokus untuk menawarkan 3 pengalaman yaitu Dining, Lounge, dan Musik yang sempurna dan luar biasa. Bar and lounge berada di lantai 67, sedangkan restoran fine dining berada di lantai 68 dan 69.

Di lantai 67, lo akan disambut dengan suasana yang bersemangat dengan dekorasi lantai keramik yang penuh warna bermotif tradisional, serta batu alam yang menghiasi area bar. Nah, di lantai ini lo bisa memilih nih mau bersantai di dalam ruangan atau di area bar and lounge luar ruangan.

Ditambah musik khas dari House DJ Henshin, lo bisa sembari menikmati hidangan spesial Ceviches atau Tiraditos serta sushi dan sashimi yang segar digabungkan dengan cocktails yang dibuat secara khusus oleh mixologist Henshin.

Terus gimana di lantai 68 dan 69? nah, di lantai itu terdapat ruang restoran dine dining yang menawarkan konsep dapur terbuka. Terkadang, chef akan berinteraksi langsung dengan pengunjung di situ.

Lo bisa bro milih hidangan pembuka yang hangat atau dingin sebelum menikmati berbagai pilihan hidangan utama yang menggiurkan seperti Ceviche Clasico—ikan bumbu lemon dengan cabai Peru—serta hidangan khas Henshin Roll yang menggabungkan foie gras, udang goreng, kepiting pedas, unagi dan alpukat yang disajikan dengan sambal khas, perpaduan indonikkei.

Kalo lo butuh ruangan makan yang lebih private, enggak usah khawatir. Henshin menyediakan 2 private room di lantai 69, satu ruangan dapat mengakomodir 20 tamu dan ruangan lainnya dapat mengakomodir 12 tamu.

Nah, buat lo yang penasaran mau ke sini, Henshin berlokasi di The Westin Jakarta, Jl. HR Rasuna Said Kav C-22A, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.

SanDisk Punya MicroSD Card 400 GB, Mau?

Paling nyebelin memang kalau di tengah-tengah konser musik atau sedang nge-vlog kamera, memori loe habis. Sementara loe nggak punya media untuk nge-backup secepat itu.

SanDisk sepertinya memberikan solusi nih bro. Di event IFA di Berlin, mereka memamerkan microSD card dengan kapasitas luar biasa. Nggak main-main, kartu kecil ini kapasitasnya 400 GB!

Dengan ukuran yang sama seperti microSD card yang lain, kartu kecil ini benar-benar akan sangat berguna buat loe yang hobi merekam apapun. Tapi kegunaannya nggak cuma buat menyimpang video kok (ya iyalah!).

Sandisk MicroSD 400 GB

Dengan 400GB ini, loe bisa menyimpan lebih dari 200 ribu foto dengan kamera beresolusi 12 MP milik iPhone 7 atau Galaxy S8. Sekitar 100 ribu lagu juga bisa loe simpan di kartu ini.

Selain itu, jangan khawatir lagi untuk menyimpan file film Full HD karena sekitar 88 film akan muat di sini dengan asumsi ukuran per film 4.5 GB. Nggak akan habis ditonton sepanjang akhir pekan!

Sampai saat ini memang belum ada sih ponsel yang bisa mendukung memori external sampai 400 GB, jadi microSD ini mungkin nggak akan kompatibel di iPhone loe. Perilisannya pun belum dipastikan kapan.

Royal Enfield Continental GT Simple

Setiap modifikator punya signature sendiri. Tapi tak ada ilmu pasti mengenai hal tersebut, meski akhirnya ciri khas tersebut tiba-tiba saja tersematkan.

Seperti Federal Moto yang punya gaya khas dalam modifikasi motor. Builder dari Chicago tersebut kerap membuat motor yang punya sikap sempurna dengan proporsi yang kompak dan garis pembunuh.

Cafe racer Royal Enfield ini merupakan karya terbaru mereka. Ini menandai karya ketiga Mike dan Peter Muller dengan motor tersebut.

Royal Enfield Continental GT

“Royal Enfield mengundang kami untuk membuka toko andalan mereka di Milwaukee. Kami belajar tentang sejarah merek tersebut dan duduk bersama CEO Siddhartha Lal untuk membicarakan desain motor dan arah masa depannya,” kata Peter.

Mereka lalu memiliki ide untuk membuat motor vintage yang lebih baik daripada saat motor tersebut keluar dari pabrik.

“Continental GT adalah kasus yang menarik, ini pada dasarnya sama dengan motor tahun 1960’an, namun dengan beberapa kemajuan modern,” tuturnya.

Jika banyak pabrikan mengembangkan motor untuk bersaing di pasar global, tapi Royal Enfield memusatkan perhatian pada motor yang sama, yang telah mereka buat selama beberapa dekade.

“Mendidihkannya hingga bentuk yang paling sederhana dan paling halus,” katanya.

Royal Enfield Continental GT

Mereka lantas membuat versi yang lebih modern dari cafe racer Royal Enfield yang klasik. Semua dilucuti mulai dari tangki hingga subframe sehingga terdapat chassis yang kosong.

Mereka tetap mempertahankan swingarm dan membuat bingkai untuk dihubungkan dengan sistem suspensi mono. Sekarand ada unit Triumph Speed Triple yang memegang bagian itu.

Ubahan minimal tapi dengan pengerjaan yang maksimal menghasilkan sebuah motor yang benar-benar berbeda, dan lagi-lagi ada ciri khas dari Federal Moto dalam Royal Enfield tersebut.

Rajanya Cuaca Dingin, Ural 1954 Masih Menyeramkan

Kita menemukan builder khusus di tempat yang paling tak mungkin. Ini memperlihatkan modifikasi dari dataran Siberia.

Terlihat sebuah motor Ural sedikit bergaya dari bengkel kecil Roman Molchanov yang punya kelengkapan sangat baik. Tinggal di Novosibirsk, kota terbesar ketiga di Rusia, jaraknya sekitar 900 mil arah timur, di mana motor Ural telah dibuat sejak tahun 1941.

Motor ini sendiri dibangun pada 1954 yang merupakan versi raksasa sebuah BMW R71 akhir tahun 30’an. Kepala silinder serupa dengan delapan bolthole terlihat pada kedua sisinya.

IMZ Ural M72 1954, Motor

Modifikasi motor di Siberia itu memang tak mengherankan. Mengingat iklim suhu rata-rata harian di musim dingin sekitar -15 derajat celcius. Meski begitu, hal tersebut tak membuat motor itu frustasi. Mereka sudah membangun sekitar 30 motor sejauh ini.

“Tak ada elektronik, tak ada microchip. Kesederhanaan mutlak dipadu dengan kehandalan,” kata Roman Molchanov.

Kualitas sebuah Ural ditempa di tempat dingin itu memang tak perlu dipertanyakan. Roman pun hanya mengubah bagian bingkai saja. Ia menghapus beberapa bodywork lalu merapikannya.

IMZ Ural M72 1954, Motor

Ia juga benar-benar membangun kembali garpu motor itu, memperpendeknya agar terlihat lebih modern. Roda depan memakai Kawasaki Vulcan 800 dan roda belakang custom hand made.

Roman menggambarkan sebuah tangki kecil sebagai katalog generik, jadi kita tak tahu asalnya dari mana. Tapi kita tahu lampu depan diangkat dari tangki Rusia, lampu belakang dari truk tua dan spatbor belakang dibuat handmade.

Kolaborasi Inggris-Nigeria di Nike Air Max 97 Ultra “SK”

Skepta, seniman campuran Inggris dan Nigeria, menyalurkan bakat seninya lewat kerja sama dengan Nike. Keduanya berkolaborasi untuk menciptakan Nike Air Max 97 Ultra “SK”.

“SK” dari Skepta dan Nike adalah hadiah untuk perayaan ulang tahun ke-20 model Nike Air Max 97. Skepta menyelipkan pengalamannya di dunia hip-hop Inggris dalam mendesain sepatu ini.

Warna-warna yang dipilih Skepta untuk sepatu kolaborasinya terinspirasi dari palet-palet natural yang sering dilihatnya di Maroko. Juga sepatu-sepatu keluaran Nike di tahun 1999 tak luput dari ingatannya.

Sepatu low top ini punya sol yang cukup tebal, sehingga tampak agak tinggi. Warna dasarnya hitam dengan balutan beberapa warna lain di sekeliling sepatu.

Di bagian atas misalnya ada gradasi warna peach. Sementara logo Nike hitam terukir di bagian sisi sepatu di atas warna hijau.

Di bagian sol bawah, di dalam plastik udara, menyala warna oranye cerah. Makin elegan dengan warna emas di lidah sepatu bagian depan, di belakang logo Nike.

Skepta x Nike Air Max 97 Ultra “SK” baru akan dirilis 2 September nanti. Loe bisa pantengin Nike.com untuk detail harga dan perilisannya bro.

Prestasi Jeblok Indonesia Di SEA Games

Indonesia dianggap gagal di SEA Games 2017. Prestasi Indonesia disebut sangat buruk karena hanya mampu bertengger di peringkat kelima klasemen perolehan medali.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pun menggelar jumpa pers setelah gagal menjadi juara SEA Games.

“Saya memahami sepenuhnya, tak terhitung berapa lama waktu dan tenaga yang sudah dikorbankan untuk terus secara disiplin menempa diri dalam latihan-latihan keras penuh keringat dan air mata untuk mencapai satu keinginan melihat tegaknya merah putih,” katanya.

Menpora juga meminta maaf karena tak tercapainya target tersebut. Ia mengaku bertanggungjawab dan siap segera memperbaiki pembinaan para atlet.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas belum tercapainya target kali ini. Sepenuhnya saya bertanggung jawab, sebagai pembantu Presiden tentu akan saya laporkan dan pertanggungjawabkan kepada Presiden. Kami akan mengambil alih secara langsung proses pembinaan atlet dan mengevaluasi seluruh stakeholder, unit-unit terkait yang berhubungan dengan prestasi olahraga Indonesia, baik internal Kemenpora, KOI, Satlak PRIMA untuk bersama-sama fokus tugas masing-masing demi keberhasilan prestasi di Asian Games nanti,” tuturnya.

Terakhir, Indonesia menjadi juara umum pada SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Ketika itu, Merah Putih mengumpulkan 182 medali emas.

Sementara dalam SEA Games yang digelar di Malaysia 2017, Indonesia hanya berhasil meraih 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu. Tuan rumah Malaysia berhasil menjadi juara umum.

Main Pingpong Sambil Nongkrong Di Cafe? Cuman Di Cafe Ini

Ini kafe anti mainstream banget bro. Gimana enggak, selain lo bisa nongkrong di kafe yang bernama Pong Me! ini, lo juga bisa main pingpong di sini. Keren kan, jadi lo bisa habisin waktu lo di kafe dengan nuansa yang baru.

Kafe yang terletak di Jalan Gunawarman Nomor 37, Jakarta Selatan ini memang sengaja memadukan unsur olahraga, hiburan, dan menu lezat penggugah selera dalam satu atap.

Delapan meja pingpong akrilik bernuansa emas menghiasi ruang makan utama ini. Ada meja pingpong bergaya klasik, disko, dan ada juga yang menampilkan profil foto kota New York di permukaan mejanya. Biar lebih menarik, mereka menyuguhkan bet serta bola pingpong yang berwarna-warni.

Di Kafe Ini Lo Bisa Nongkrong Sambil Main Pingpong

Lo boleh kok menyewa meja pingpong itu, tapi lo harus bayar nih sekitar Rp 100 ribu/jam. Kalo lo enggak suka main pingpong, enggak usah khawatir ada permainan yang lain kok, yakni Beer Pong, Berlin Pong, Baseball, dan Use Your Friend’s Arm. Dari keempatnya, Beer Pong-lah yang menjadi idola.

Pong Me! enggak cuma menawarkan soal permainan aja, makanan di kafe ini juga enak-enak kok. Banyak tamu memuji rasa masakan yang diracik koki Pong Me! seperti Classic Onion Ring with Barbecue Sauce, Chicken Quesso, dan Burger! Me. Untuk minumannya, Sangria Punch dan Banana Smoothie.

Pria Ini Dulunya Satpam Namun Sekarang Menjadi President

Emang ya bro, enggak ada satu orang pun yang menduga nasib masa depannya. Kehidupan orang bisa aja berubah 180 derajat. Hal itu seperti yang terjadi sama seorang pria bernama Adama Barrow.

Doi baru aja menang pemilihan Presiden di Gambia, negara kecil di Afrika Barat. Kerennya, pria ini enggak punya latar belakang apa-apa. Ia hanyalah seorang satpam. Tapi Barrow berhasil mengantongi 263.515 suara.

Jadi, sebelum kembali ke tanah kelahirannya itu, Barrow sempat bekerja sebagai satpam di Argos, toko perlengkapan rumah tangga di London, Inggris. Ia bekerja sebagai satpam buat mendapatkan uang tambahan selama menempuh pendidikan di ibu kota Inggris itu.

Dulu Jadi Satpam, Pria Ini Sekarang Jadi Presiden

Satpam merupakan pekerjaan sampingan dari kegiatan utamanya saat menuntut ilmu di London. Dia sama sekali enggak merasa malu dengan masa lalunya sebagai satpam di London.

Menurutnya, hidup merupakan proses. Justru ia mengaku kalo kehidupan di Inggris sangat membantunya membentuk kepribadiannya. Saat menjadi satpam, Barrow bekerja hingga 15 jam dalam sehari.

Ternyata kebiasaannya yang pekerja keras itu enggak ia lepaskan saat sudah beralih profesi sebagai pengusaha properti. Pria yang saat ini berusia 51 tahun ini mengaku kalo dirinya merupakan penggila kerja.

Di pemilihan presiden, Barrow bisa sampai berhasil mengalahkan rivalnya, Jammeh yang sudah berkuasa di Gambia sejak 1990-an. Gambia merupakan negara dengan 99% muslim. Barrow dikenal sebagai muslim yang taat dan juga menjadikan agama Islam sebagai panduan hidupnya.

Rossi Tampil ‘Gila’ di Aragon, Marquez Angkat Topi

Rossi Tampil ‘Gila’ di Aragon, Marquez Angkat Topi – Belum pulih 100 persen, Velentino Rossi nekat turun membalap di GP Aragon. Start dari posisi ketiga, Minggu (24/9/2017), Rossi berhasil mendulang poin usai finis di posisi lima. Dalam balapan tersebut, Rossi yang tengah dibekap cedera tampil menggila. Di tengah kondisinya yang belum pulih, Rossi mampu membuat para pesaingnya kebakaran jenggot. Salah satunya adalah Dani Pedrosa yang sempat berebut posisi dengan Rossi delapan lap jelang balapan usai. Rossi melakukan aksi nekat untuk mempertahankan posisinya saat menggeber motornya dengan kecepatan 300 km/jam.

Namun sayang, usahanya yang cukup berbahaya itu gagal meredam laju Pedrosa yang akhirnya berhasil mengambilalih posisi Rossi hingga menyelesaikan balapan di posisi dua. Menanggapi aksi juara dunia tujuh kali itu, jawara GP Aragon Marc Marquez mengaku takjub. Meski tidak dalam kondisi terbaiknya, The Doctor berhasil finis di posisi lima besar.

Seperti diketahui, Rossi mengalami cedera akibat kecelakaan kala bermain motocrossi di Urbino, Italia, akhir Agustus lalu. Akibatnya, Rossi absen di GP San Marino pada 10 September. Untuk memulihkan kondisinya, Rossi paling tidak membutuhkan waktu 40 hari. “Mengalami retak tulang seperti itu, bisa membalap saja sudah luar biasa. Saya pikir belum pernah ada orang lain yang melakukan itu,” ujar Marquez.

“Dia finis di posisi lima, hanya tepaut tipis dari (Maverick) Vinales, dan itu luar biasa. Dengan motor yang sama dan dalam kondisi cedera. Bakatnya (Rossi) yang membuat perbedaan,” sambungnya. Mendapat tambahan 11 poin, Rossi saat ini masih menempati posisi lima klasemen sementara pebalap dengan torehan 168 poin. Sedangkan Marquez yang keluar sebagai juara di Aragon, bertahan di posisi puncak dengan 224 poin.

Indonesia dan Thailand Dipersiapkan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Indonesia dan Thailand Dipersiapkan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia – Asosiasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) mendorong Indonesia dan Thailand untuk maju mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034. Bahkan, AFF menunjuk Indonesia sebagai pemimpin konsorsium pencalonan. Sekretaris Jenderal AFF Dato Sri Azzudin Ahmad mengatakan sudah saatnya negara-negara Asia Tenggara menggelar acara yang besar. Dia pun berterima kasih atas dukungan dari pemerintah Indonesia.

Pembahasan soal Piala Dunia ini digelar pada AFF Council Meeting d Bali pada 22-23 September kemarin. Pembahasan tersebut merupakan lanjutan dari rapat Council AFF di Vietnam pada Juli lalu. “Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang memberikan dukungan. Kami pikir ini langkah yang hebat untuk sepak bola kawasan ASEAN. Sudah saatnya kami maju bersama dan menggelar hajatan Piala Dunia 2034,” kata Dato dalam rilis yang diterima suara.com.

Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono membenarkan bahwa sudah ada dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia. Untuk itu, PSSI serta AFF bakal berjuang untuk segera mewujudkan hal itu. “Intinya pemerintah menyatakan komitmennya untuk mendukung PSSI dan AFF untuk mempersiapkan agenda itu. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah, ini merupakan sebuah kepercayaan sekaligus amanat yang dengan sungguh-sungguh yang akan kami wujudkan bersama,” ujar Joko.