Adanya Beking Yang Menutupi Judi Online Di Pekan Baru

Terkait penggerebekan judi di Pekanbaru, Polda Riau akan melakukan pemeriksaan internal. Mereka akan melakukan penyelidikan terhadap anggota yang diduga menerima jatah uang hasil agen situs online dari pengusaha.

“Pengawasan internal dalam masalah ini tentu kita lakukan. Kita kan punya Irwasda dan Propam. Mereka bertugas melakukan penyelidikan internal itu,” kata Kapolda Riau Brigjen Suedi Husin kepada detikcom, Jumat (7\/6\/2013) terkait penggerebekan judi oleh Mabes Polri.

Menurut Suedi, saat ini pihaknya tengah meminta keterangan sejumlah saksi. “Setelah itu pasti kita kembangkan soal dugaan anggota kita terlibat di sana,” kata Brigjen Suedi Husein.

Suedi mengaku tidak main-main. Jika ada anggota terlibat atau menerima setoran judi, maka akan ditindak tegas.

Suedi tidak merasa kecolongan terhadap penggerebekan judi oleh Mabes Polri tersebut. “Lho siapa bilang saya kecolongan? Tim Mabes datang ke Pekanbaru lapor saya kok. Kita tetap koordinasi. Ya mungkin anggota saya memang tidak tahu kalau ada tim Mabes datang, tapi saya mengetahui itu,” paparnya.

Pada tahun 2012 lalu, polisi sudah menggerebek lokasi judi yang digerebek Mabes Polri. Saat itu, Polda Riau sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka. Hanya berkas yang dikirim ke jaksaan dikembalikan lagi.

“Apa alasannya ya silakan tanya jaksa saja,” kata Suedi.

Tim Mabes turun ke Riau berarti kasus perjudian mendapat perhatian. “Agar pengusahanya jangan merasa sombong. Biar mereka tahu bahwa Mabes Polri juga mengawasi seluruh wilayah di Indonesia ini,” kata Suedi.

Mabes Polri menggerebek 2 lokasi judi yang dimiliki satu pengusaha, Kamis (6\/6) kemarin. 2 Pengelola berinisial L dan B dijadikan tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *