Hermas Diduga Tak sendiri Jalankan Bisnis Judi Online

Hermas alias Ahok dan Ket Bun alias Abun merupakan tersangka bisnis judiĀ pokerrepublik online di Batam. Polisi pun memburu salah satu tersangka lainnya yang disinyalir think-tank dalam menjalankan roda bisnis haram tersebut.

“Ada satu DPO (daftar pencarian orang), dia di belakang dua orang ini, di atasnya kedua orang ini,” kata Direktur Tipid Eksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18\/11\/2013).

Hasil pemeriksaan sementara, Ahok dan Abun hanya sebagai pengendali atau operator dalam roda bisnis judi bola itu.

“Setiap bulan mereka menerima gaji dari atasannya, dia orang Indonesia,” kata Arief.

Polisi menangkap Ahok Cs di Komplek Ruko Tanah Mas, Blok A No 1, Sei Panas, Batam, 2 November 2013 lalu. Modus yang dilakukan kedua tersangka adalah dengan me-relay saluran-saluran TV nasional saat pertandingan bola berlangsung.

“Siaran langsung bola dimanfaatkan oleh para tersangka, sementara server berada di salah satu negara, tanpa sepengetahuan stasiun TV,” kata Arief beberapa waktu lalu.

Para player (sebutan untuk para penjudi), diminta untuk mengikuti beberapa persyaratan, salah satunya dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening yang sudah disiapkan.

“Setelah transfer untuk deposit, maka player akan mendapat username dan password,” papar Arief.

Setelah itu, mereka dapat menyaksikan pertandingan yang disiarkan relay melalui server www.sbxxx.com ke www.indoxxxx.com dan www.xxx303.com

Bagi mereka yang menang dalam pertaruhan pertandingan, maka uang akan ditransfer. Namun rekening yang digunakan tidak sama seperti saat para player mendepositkan uangnya.

Kedua tersangka saat ini mendekam di tahanan Polda Kepri. Bareskrim masih terus mengembangkan kasus ini dan mencari otak dari judi tersebut.

Penyidik saat ini memblokir 141 rekening yang digunakan tersangka untuk menampung deposit uang para pemain judi. “Dari rekening diketahui mengalir kemana. Mudah-mudahan bisa terungkap dari rekening tersebut,” kata Arief.

Selain pasal perjudian seperti diatur dalam pasal 303 KUH Pidana, para tersangka juga dijerat pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-undang TPPU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *