Pengacara 7 Media Hadirkan Saksi Wartawan

Sidang gugatan Raymond Teddy H, pria yang masih berstatus tersangka kasus perjudian agen situs online di Hotel Sultan tahun 2008 lalu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Sidang dengan tergugat RCTI, Warta Kota dan Kompas.com ini mengagendakan saksi fakta yang dihadirkan oleh pengacara tergugat.

Dalam persidangan yang dimulai pukul 13.20 WIB, Senin (13\/4\/2010) ini menghadirkan 3 saksi yakni Didit Tri Kertapati dari detikcom, Putra Nababan dari RCTI, Gardi Gazarin dari Suara Pembaruan, dan Budiman dari Kompas.

Dalam kesaksiannya, Didit dari detikcom banyak menceritakan perihal jumpa pers yang diumumkan oleh Mabes Polri soal pengungkapan kasus judi di Hotel Sultan dengan salah satu tersangka RM yang saat itu statusnya sebagai buron.

Didit bercerita, jumpa pers yang digelar Mabes Polri pada 27 Oktober 2008 dilakukan oleh Kadiv Humas Mabes Polri saat itu yang masih dijabat oleh Irjen Pol Abubakar Nataprawira. Saat jumpa pers, Abubakar mengatakan status RM adalah sebagai tersangka karena bertindak sebagai fasilitator penyelenggara judi yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

\\\”Penyelenggara adalah YM dan diberi fasilitas oleh RM yang saat ini menjadi buron,\\\” kata Didit di PN Jakbar, Jl Letjend S Parman, Jakarta Barat.

Menurut Didit, dalam jumpa pers juga disebutkan barang bukti kasus perjudian itu.

Pihak pengacara penggugat sempat keberatan dengan kesaksian Didit lantaran yang bersangkutan saat ini adalah berstatus sebagai reporter di detikcom. \\\”Padahal, detikcom saat ini juga menjadi salah satu tergugat dalam perkara yang sama,\\\” ujar salah satu kuasa hukum penggugat.

Sementara kuasa hukum tergugat, Amir Syamsuddin membalas keberatan kuasa hukum penggugat. Amir mengatakan, tidak masalah Didit bersaksi untuk kasus ini lantaran kasus gugatan terhadap detikcom tidak didaftarkan di PN Jakbar serta memiliki nomor perkara yang berbeda.

Akhirnya majelis hakim tetap mempersilakan Didit untuk memberi kesaksian dengan catatan keberatan dari pihak penggugat dicatat oleh panitera.

Raymond Teddy H menggugat Kompas, Koran Seputar Indonesia (Sindo), Suara Pembaruan, Warta Kota, RCTI, Republika, dan detikcom terkait pemberitaan kasus
judi di Hotel Sultan.

Raymond pernah ditahan Polri karena menjadi tersangka dalam kasus judi tersebut.
Dalam gugatan kepada 7 media, Raymond menggugat masing-masing media antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar.

Sidang ini juga dipantau oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Hingga pukul 14.20 WIB, sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, Mustofa,
masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *