Pengawasan Satu Gugus Kromoson Merupakan Mata Rantai Lemah Lain Dalam Perang Virus Corona Di Indonesia

Pengawasan Satu Gugus Kromoson Merupakan Mata Rantai Lemah Lain Dalam Perang Virus Corona Di Indonesia – Covid-19 terus menyebar ke seluruh Indonesia, tetapi pemerintah belum memberikan perhatian serius untuk mendeteksi varian baru dari virus korona baru, yang dikhawatirkan para ahli dapat semakin menghambat perjuangan negara yang sudah terbebani melawan pandemi. Negara-negara tetangga yang dapat mengendalikan wabah mereka secara relatif Vietnam, Singapura dan Thailand telah mendeteksi varian baru virus, B117, yang diyakini lebih dapat menular dan pertama kali diidentifikasi di Inggris. Malaysia dan Filipina juga telah mendeteksi varian ini, bersama lebih dari 50 negara lain.

Satu-satunya cara untuk mendeteksi varian virus yang muncul adalah melalui sekuensing genom utuh, yaitu proses penentuan sekuens DNA lengkap dari sampel positif dengan menggunakan peralatan tertentu yang tidak umum di laboratorium di Indonesia, yang belum melaporkan varian Inggris atau keduanya. Varian utama lainnya yang sangat mudah ditularkan. Para ahli mengatakan bahwa pengawasan genom harus ditingkatkan untuk melacak mutasi virus secara memadai, yang terjadi secara alami ketika mereka mencoba beradaptasi dengan inang mereka untuk bertahan hidup, dan mereka dapat menjadi lebih lemah atau lebih kuat. Setiap penemuan varian yang muncul, kata para ilmuwan, dapat menentukan langkah-langkah yang harus diambil pemerintah dalam mengatasi wabah, karena mereka dapat menimbulkan penularan yang lebih tinggi dan membuat vaksin yang dikembangkan kurang efektif.

Hingga Kamis, Indonesia telah mengirimkan 322 genom lengkap atau sekitar 0,03 persen dari total kasus Covid-19 yang dilaporkan di negara tersebut ke GISAID, database online nirlaba berbasis di Jerman untuk berbagi genom virus. Lebih dari 480.000 genom secara global telah dikirimkan ke database, 43 persen di antaranya oleh Inggris. Meskipun pengiriman GISAID mungkin tidak sepenuhnya mewakili skala pengurutan di negara-negara yang dipermasalahkan, ini telah banyak digunakan untuk menawarkan sekilas tentang jumlah urutan yang telah mereka bagikan. Dan jika dibandingkan dengan total kasus yang dilaporkan di masing-masing negara, hasilnya menunjukkan bahwa Indonesia tertinggal dari negara tetangganya, seperti Vietnam dan Singapura, dalam persentase kasus yang diurutkan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *