Anies Baswedan Klaim Sudah Antisipasi Banjir Jakarta 2021 Sejak Tahun-Tahun Lalu

Anies Baswedan Klaim Sudah Antisipasi Banjir Jakarta 2021 Sejak Tahun-Tahun Lalu – Jakarta terus dilanda banjir sejak Jumat, 19 Februari 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, pihaknya telah mengantisipasi banjir yang terjadi pada 2021 ini sejak tahun-tahun sebelumnya. “Ya, kami sudah bersiaga selama persiapan dari tahun-tahun kemarin,” sebut Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Minggu. Anies membeberkan, hal ini terlihat dari kecekatan timnya dalam merespons bencana ini. Sinergi dengan seluruh pihak dapat terjalin dengan cepat begitu banjir melanda Ibu Kota.

“Indikasinya apa? Indikasinya adalah kecepatan bergerak seluruh jajaran langsung bergerak ketika terjadi hujan yang amat deras sehingga teman-teman bisa lihat ketika terjadi hujan dalam waktu relatif singkat kita bisa bekerja bersama-sama seluruh masyarakat, jajaran termasuk TNI, Polri untuk memastikan segera surut. Nah, ini sudah Anda saksikan sendiri jadi insyaallah ke depan juga kita terus pertahankan tiga prinsip kita, satu siaga, dua tanggap, tiga galang, tiga ini kita jalankan terus,” kata dia. Menurut dia, hingga Minggu siang, hanya 17 rukun warga (RW) di Jakarta yang masih terendam banjir.

Jumlah ini dinilai turun signifikan dibanding hari sebelumnya yang mencapai 113 RW. “Per siang ini jumlah RW yang masih tergenang ada 17 RW dari kemarin sebanyak 113. Jadi alhamdulillah proses penyusutan berjalan dengan baik,” ucap Anies di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Minggu. Debit air di sejumlah sungai yang membelah Jakarta, menurut Anies juga telah berada pada kondisi normal. Hal ini lantaran air kiriman yang melintasi beberapa sungai di Ibu Kota mengalami pengurangan. “Perlu kami sampaikan bahwa sejak pagi tadi permukaan Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, lalu Sunter, Pesanggrahan, telah sampai pada posisi normalnya. Anda lihat sendiri di Pintu Air Manggarai.

Jadi mulai tadi pagi kiriman air dari luar Jakarta, dari kawasan tengah dan kawasan hulu sudah berkurang,” beber Anies. Kiriman air dikatakan masih cukup deras dari wilayah Tangerang yang melintasi Sungai Angke. Hal ini membuat sebagian besar wilayah di sekitar aliran Angke masih terdampak genangan air. “Yang masih ada kiriman air dari wilayah Tangerang lewat Kali Angke, masih menerima begitu banyak kiriman air sehingga kawasan2 kanan kiri dari Sungai Angke ini masih ada genangan, di hulu Sungai Angke sudah mulai ada penurunan. Tapi perlu waktu beberapa jam untuk turun di Jakarta. Ini semua nanti kalau dari Kali Angke bermuara di Cengkareng Drain,” tandasnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *