Hampir Seluruh Tenaga Medis Indonesia Telah Mendapat Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Hampir Seluruh Tenaga Medis Indonesia Telah Mendapat Dosis Pertama Vaksin Covid-19 – Indonesia telah memvaksinasi 1,46 juta pekerja medis sejak kampanye dimulai pada 13 Januari, mewakili 99,53 persen dari semua pekerja yang terdaftar di sektor tersebut, data Kementerian Kesehatan menunjukkan pada hari Kamis. Dari angka itu, 853.745 pekerja atau 58,13 persen telah menerima dosis ganda dari vaksin yang diproduksi bersama oleh perusahaan farmasi milik negara Bio Farma dan Sinovac Biotech China. Pemerintah meluncurkan putaran kedua vaksinasi massal minggu lalu yang menargetkan warga lanjut usia dan pekerja di sektor publik lainnya seperti perhotelan, transportasi dan pendidikan.

Atlet dan anggota media juga termasuk dalam putaran kedua, yang berupaya memvaksinasi 38,5 juta orang hingga akhir Mei, sebelum kelompok prioritas lainnya mendapatkan suntikan vaksin. Pemerintah menargetkan bisa memvaksinasi sedikitnya 181,5 juta orang hingga awal tahun depan dengan harapan imunitas kawanan lebih cepat. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan sebelumnya jika kecepatan vaksinasi saat ini berlanjut, infeksi baru akan anjlok pada Juli, mengarah pada kekebalan kawanan pada kuartal pertama 2022. “Jika tidak ada yang menghalangi, kami akan mencapai kekebalan kawanan pada Maret 2022,” kata menteri.

Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memulai vaksinasi massal terhadap virus corona berkat program pengadaan vaksin dini yang melibatkan kerja lintas kementerian. Upaya vaksinasi saat ini difokuskan pada provinsi yang paling parah terkena dampak di pulau paling padat di Jawa, rumah bagi sekitar 70 persen dari jumlah kasus di seluruh negeri. Negara itu telah mencatat total 1,31 juta kasus virus korona sejak wabah dimulai. Jumlah harian cenderung turun sejak puncaknya pada pertengahan Januari, tetapi rata-rata Indonesia masih sekitar 9.400 kasus dalam 25 hari terakhir. Jumlah kasus aktif saat ini mencapai 157.705 kasus.

Virus itu telah menewaskan 5.520 orang sejak awal bulan, sehingga total korban tewas menjadi 35.518. Negara ini telah mencatat rata-rata 221 kematian karena Covid dalam seminggu terakhir, karena kurva menunjukkan peningkatan lagi. Sekitar 63 persen kematian terkait virus korona terjadi di empat provinsi terpadat di negara itu termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Jawa Barat. Jawa Timur mencatat total 9.032 kematian akibat Covid, lebih banyak dari provinsi lain. Jawa Tengah berada di urutan kedua dengan 6.465 kematian, diikuti oleh Jakarta (5.366) dan Jawa Barat (2.297).

Sedangkan Jakarta memiliki beban kasus virus korona terbesar dengan total 334.239 kasus. Ada rata-rata 2.581 kasus dalam periode 25 hari.

Namun, Jawa Barat telah melampaui Jakarta dalam dua minggu terakhir di tengah jumlah harian yang sangat fluktuatif. Provinsi terbesar di negara berdasarkan populasi telah menambahkan 56.916 kasus dari bulan ke bulan hingga saat ini dengan total 207.252 kasus. Jawa Tengah rata-rata memiliki 1.043 kasus sejak 1 Februari, sehingga jumlah total kasusnya menjadi 151.418. Jawa Timur memiliki jumlah kasus tertinggi keempat, yaitu 128.149 per Kamis. Kasus virus Corona meningkat di Kalimantan Timur dan Bali, sementara titik api lain seperti Sulawesi Selatan, Banten dan Yogyakarta mulai menunjukkan penurunan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *