Ribuan Orang Menandatangani Petisi Yang Mendesak Label Peringatan untuk Bahan Kimia Beracun Di Wadah Air

Ribuan Orang Menandatangani Petisi Yang Mendesak Label Peringatan untuk Bahan Kimia Beracun Di Wadah Air – Lebih dari 50.000 orang telah menandatangani petisi online yang mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengeluarkan label yang memperingatkan konsumen akan bahaya Bisphenol A (BPA), senyawa kimia yang sering ditemukan dalam galon, wadah air plastik 19 liter. Pemohon, Asosiasi Jurnalis Kesehatan dan Sadar Lingkungan (JPKL), yakin tidak ada pihak berwenang di Indonesia yang melakukan tindakan untuk memperingatkan masyarakat tentang potensi risiko kesehatan yang disebabkan oleh bahan kimia tersebut.

Wadah air yang banyak beredar di Indonesia terbuat dari bahan polycarbonate atau plastik keras yang sering menggunakan BPA dalam produksinya. BPA juga ditemukan di lapisan makanan kaleng. Studi menunjukkan bahwa senyawa tersebut, yang secara teoritis bertindak seperti hormon dalam tubuh, dapat meningkatkan risiko kemandulan, masalah jantung, kanker, dan masalah kesehatan lainnya. Bayi dan anak kecil memiliki risiko yang lebih tinggi karena sistem penghapusan zat berbahaya masih berkembang.
JPKL meminta BPOM mewajibkan produsen untuk menambahkan simbol daur ulang plastik nomor tujuh dalam kemasan plastik yang mengandung BPA.

“Ini untuk melindungi masa depan anak-anak dan ibu hamil, agar mereka tidak terpapar senyawa kimia berbahaya tersebut,” tulis ketua JPKL Roro Daras dalam petisi tersebut. Jaringan Laboratorium Penguji Pangan Indonesia (JLPPI) menggemakan pemohon, dengan mengatakan bahwa negara memiliki peraturan yang kurang memadai tentang BPA dalam kemasan makanan. Beberapa negara, seperti Austria, Belgia, dan Kanada, telah melarang produsen menggunakan BPA dalam pembuatan plastik kontak makanan sejak tahun 2011.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *