Begini Jadinya BMW R NineT Kalau Diet

LowRide  Magazine punya prinsip untuk tidak mengendarai motor begitu saja. Builder Italia itu punya getaran untuk merawat tracker dan membuatnya menjadi perhatian nyata.

Kebanyakan Motorradfahrer akhir-akhir ini menyadari sifat modular R NineT, tapi bahkan BMW sendiri mungkin tidak akan membayangkan transformasi yang penuh gairah ini.

Dipimpin oleh Giuseppe Roncen, sekelompok builder berbakat ini telah merobek dan menghidupkan ulang R NineT 2016 yang bersumber dari BMW Motorrad Italia.

Begini Jadinya BMW R NineT Kalau Diet

Motor ini mempertahankan chassis bawaan pabrik, namun tim pengembang telah mengganti hampir semua hal lain. Meski begitu, Giuseppe mengatakan bahwa motornya mempertahankan teknologi modern.

“Kami tetap mempertahankan keamanan, kehandalan dan kemampuan jalannya yang asli. Kami menyimpan stok knalpot megafon yang pendek buatan tangan,” katanya.

Begini Jadinya BMW R NineT Kalau Diet

Hasilnya adalah R NineT yang telah mengalami penurunan secara dramatis. Sampai-sampai siluetnya lebih menyerupai sebuah tracker.

Bodywork semua memakai aliminium. Tak ada cetakan dan produk lain, hanya memperlihatkan bukti keterampilan yang luar biasa.

Automotive Moto Guzzi Dari Mitologi Kuno

Hampir seluruh agama besar dari mitologi kuno dunia, Crow yang sering disebut Raven muncul serupa. Legenda berusia 60.000 tahun dan meski penulisnya tak perrnah ditemukan, entah bagaimana tema kematian itu biasa terjadi.

Binatang hitam yang tak hanya memiliki nuansa hitam saja, tetapi juga kerap disamakan dengan gagak. Dari rumah Moto Guzzis yang paling menakjubkan di dunia, Officine Rossopuro memberi kita pembunuh 850 T3 yang disebut ‘Corax’.

Moto Guzzi Dari Mitologi Kuno

Filippo Barbacane terinspirasi kisah tersebut dalam proyek terbarunya. Ia membangun motor yang kompak berwarna hitam disempurnakan dengan fitur-fiturnya.

Bodywork mungkin memiliki tampilan yang simple, ia mencampurkannya dengan teknik lama. Garis tangki membagi sisi depan dan belakang dengan sempurna ditambah ekspose terhadap mesin khas Guzzi.

“Ide utamanya adalah membangun motor hitam benar-benar hitam, tapi tidak hanya melukiskan semuanya dengna warna tetapi juga ada keseimbangan antara berbagai nada gelap,” kata Filippo.

Moto Guzzi Dari Mitologi Kuno

Ubahan pada knalpot dianggapnya menjadi salah satu yang terbaik. Spesifikasi tepat di antara kedua sisinya membuat motor tersebut menjadi lebih sangar.

Sedikit ubahan juga pada kaki-kaki untuk membuat motor semakin nyaman dikendarai. Sementara pada pengereman, disk kembar dipercaya bisa meningkatkan kinerjanya.

Royal Enfield Continental GT Simple

Setiap modifikator punya signature sendiri. Tapi tak ada ilmu pasti mengenai hal tersebut, meski akhirnya ciri khas tersebut tiba-tiba saja tersematkan.

Seperti Federal Moto yang punya gaya khas dalam modifikasi motor. Builder dari Chicago tersebut kerap membuat motor yang punya sikap sempurna dengan proporsi yang kompak dan garis pembunuh.

Cafe racer Royal Enfield ini merupakan karya terbaru mereka. Ini menandai karya ketiga Mike dan Peter Muller dengan motor tersebut.

Royal Enfield Continental GT

“Royal Enfield mengundang kami untuk membuka toko andalan mereka di Milwaukee. Kami belajar tentang sejarah merek tersebut dan duduk bersama CEO Siddhartha Lal untuk membicarakan desain motor dan arah masa depannya,” kata Peter.

Mereka lalu memiliki ide untuk membuat motor vintage yang lebih baik daripada saat motor tersebut keluar dari pabrik.

“Continental GT adalah kasus yang menarik, ini pada dasarnya sama dengan motor tahun 1960’an, namun dengan beberapa kemajuan modern,” tuturnya.

Jika banyak pabrikan mengembangkan motor untuk bersaing di pasar global, tapi Royal Enfield memusatkan perhatian pada motor yang sama, yang telah mereka buat selama beberapa dekade.

“Mendidihkannya hingga bentuk yang paling sederhana dan paling halus,” katanya.

Royal Enfield Continental GT

Mereka lantas membuat versi yang lebih modern dari cafe racer Royal Enfield yang klasik. Semua dilucuti mulai dari tangki hingga subframe sehingga terdapat chassis yang kosong.

Mereka tetap mempertahankan swingarm dan membuat bingkai untuk dihubungkan dengan sistem suspensi mono. Sekarand ada unit Triumph Speed Triple yang memegang bagian itu.

Ubahan minimal tapi dengan pengerjaan yang maksimal menghasilkan sebuah motor yang benar-benar berbeda, dan lagi-lagi ada ciri khas dari Federal Moto dalam Royal Enfield tersebut.