Terjerat Judi Online, Pengangguran Ini Embat Motor Temannya Nongkrong

Mengaku memiliki utang agen situs online, Jefri Sandi (18), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong 5 Ulu, Kedukan Laut, RT 19/05, Kecamatan SU 1, Palembang ini, nekat melarikan motor temannya sendiri jenis Yamaha Vixion warna merah milik Hengky (18).

Jefri yang tak memiliki pekerjaan ini, melarikan motor Hengky pada (17/2/2015) di kawasan Sekip Tengah, ketika dua sohib tersebut sedang nongkrong di depan Roti Momy Bakery.

Dengan modus berpura-pura membeli gorengan, Jefry akhirnya mengelabui Hengky hingga motor tersebut dia gadaikan ke kawasan Banten seharga Rp 1 juta kepada Herman.

“Saya terpaksa melakukan aksi ini pak, karena saya tidak ada uangnya untuk bayar utang Poker,” ungkap Jefry.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi menuturkan, tersangka ini ditangkap setelah adanya laporan dari korban.

“Tersangka kita amankan saat berada di kawasan Jalan Pamor, kemarin malam sekitar pukul 21.00,” ungkap Kasat.

“Iseng Main Judi Online Kok Sampai Setahun”

Ada-ada saja alasan pecandu judi pokerrepublik online setelah ditangkap polisi. Dio Wicaksono (25) misalnya. Ia ditangkap petugas Satreskrim Polres Tanjung Perak, Surabaya.

Awalnya warga Tambaksari ini berkelit terlibat dalam judi online saat petugas Polres Tanjung Perak mendatangi biliknya. Saat petugas memeriksa isi dompetnya, ada bukti transfer ke rekening yang biasa digunakan untuk transaksi judi online.

Dio sudah setahun kecanduan judi online. Usai menerima bayaran tiap akhir akhir pekan, Dio selalu datang ke warnet yang tidak jauh dari rumahnya. Dia langsung membuka website judi online. Sekali ikut judi online, Dio membeli koin seharga Rp 100.000.

“Saya hanya iseng saja. Daripada menganggur, saya main ke warnet,” kata Dio.

Pernyataan inilah yang membuat petugas tersenyum kecut. Seorang petugas sempat nyeletuk, “Iseng kok sampai setahun.” Dio hanya tertunduk mendengar celetukan petugas itu.

Selama bermain judi online, Dio mengaku hanya sekali mendapat koin senilai Rp 50.000. Uang inilah yang membuatnya kecanduan. Dia berharap bisa memenangkan terus permainan kyu-kyu dan mendapat koin.

Bukan hanya Dio yang mengaku iseng ikut permainan judi online. Tersangka lain, Soni (27), juga mengaku iseng main judi online. Warga Sidoarjo ini ditangkap Satreskrim Polres Tanjung Perak saat bermain judi online di warnet di Jalan Kertajaya.

“Saya baru dua bulan main judi online. Tapi belum pernah menang,” kata pemain judi online jenis remi ini.

Tukang Ojek Merangkap Bandar Judi Poker Diciduk Polisi

Tersangka Bandar Judi Poker AS (43), warga Murung Raya, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), tidak menyadari kedatangan anggota Polisi yang akan menciduknya saat berada di rumah.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko melalui Kapolsek Daha Utara IPTU Hilmi Wansyah, di Daha Utara, Rabu (11/10), mengatakan, AS diduga kuat melakukan perjudian dengan berperan sebagai bandar judi pokerrepublik online.

“AS kami ciduk sedang santai sedang memainkan telepon genggamnya miliknya, yang ternyata berisi pesan-pesan singkat mengenai permainan judi poker.,”katanya.

Dijelaskan dia, dalam keseharian AS dikenal warga berprofesi sebagai tukang ojek, dan tiga bulan terakhir ternyata menjalankan usaha sebagai pengepul atau bandar judi poker.

AS ditangkap di rumahnya, di Desa Murung Raya, Kecamatan Daha Utara Senin (9/10), pukul 19.00 Wita, penangkapan dilakukan anggota Polsek Daha Utara dipimpin Kapolsek Daha Utara IPTU Hilmi Wansyah.

Baik barang bukti dan AS digelandang ke Mapolsek Daha Utara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan bakal dijerat dengan pasal 303 bis ayat 1 ke 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Heboh! Zaskia Gotik Promosikan Judi Poker Online

Pedangdut Zaskia Gotik kini terpaksa kembali menjadi sasaran hujatan.

Pasalnya, pedangdut yang diangkat sebagai Duta Pancasila ini mempromosikan judi pokerrepublik online di akun Instagram miliknya.

Pelantun 1000 alasan ini menuai hujatan lantaran dinilai merendahkan predikat yang ia terima sebagai Duta Pancasila.

Gotik menerima penghargaan sebagai Duta Pancasila saat ia terlibat kasus dugaan penghinaan Pancasilaa.

Lalu kini ia membuat dirinya kembali merasakan hujatan karena mempromosikan judi online.

Secara terang-terangan, Zaskia memperlihatkan penampakan aplikasi judi online tersebut.

Bahkan ia menuliskan keterangan yang menjelaskan permainan tersebut melibatkan sejumlah uang.

https://www.instagram.com/p/BURabYfh6MO/?taken-by=agus_bunyu&hl=en

“Guys…buat kalian yang suka main kartu,gabung yuk di ****.top salah satu agen online terbesar & terpercaya di indonesia cukup dengan deposit 50 rbu aja sudah bisa main loh, disini terdapat juga game kartu lainnya customer servisnya ramah & responya cepat loh dari adminnya serta online 24 jam disini juga memberikan bonus buat kalian disetiap minggynya : 1.bonus cashback 0.5% 2.bonus referal 20%.

Tunggu apalagi ,buruh daftar ya sekarang juga… aku tunggu guys#lapakqq, #pokeonline, ,#bandarbola,” tulisnya Zaskia pada caption.

Namun postingan tersebut sudah menghilang dari akun Instagram Gotik.

Lalu diunggah ulang oleh beberapa akun, salah satunya @igtainment.

Sontak saja, postingan tersebut semakin membuat Zaskia Gotik banjir hujatan.

“Dia ga ngerti soalnya…maklum limit pendidikanya doi,” tulis @mawardirudini.

“Pendidikan sngt di perlukn…biar ga ky bgini…tp tdk slh ny dia tanya2 klo mw endorse ky bgini,” tulis @gina_rully.

“Arek iki ra sekolah tapi bodone yo tenanan… kan ada ya mski ngga skolah formal tinggi2 tpi smart.. attitude kece… klo ini mah brainnya pindah ke bokong.. #upsss,” tulis @barokallohu_aulia.

“Kaianya dia pas sekolah nyampe gerbang doank n pas ngaji mlah pacaran.. Emang smua mnusia bkin dosa n setiap transaksi keuangan juga beresiko mngandung unsur Judi/riba tapi gak harus kliatan juga donk begonya,” tulis @gamakichi91.

“Wkwkwkkwkw desu kan Oon.diblik demi mndaptkn uang atw mangkir dari kesalahan.Ntar jawab nya Eneng kan gak tau apa2 Eneng kan skolah gak tinggiiii dsb..huhhh prett,” tulis @erni_nopianty.

Perkara Kasus Judi Online Perwira Polda Jabar di Tangan Kejaksaan

Berkas perkara AKBP Murjoko Budoyono, perwira Polda Jawa Barat yang terseret dalam kasus dugaan suap bandar agen situs online hampir selesai. Berkas perkaranya dilimpahkan kepada kejaksaan untuk diteliti.

“Penyidik Tipikor Bareskrim telah mengirimkan berkas perkara tahap I untuk perkara tindak pidana suap dalam penyidikan kasus judi online di Polda Jabar dengan tersangka AKBP MB (Murjoko Budoyono), hari Jumat 10 Oktober kemarin,” kata Kasubag Opsnal Direktorat Tipikor Bareskrim AKBP Arief Adiharsa di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).

Adapun nomor berkas perkara berdasarkan Surat Direktur Tipikor Bareskrim No : B/658/X/2014 tertanggal 10 Oktober 2014.

Tersangka yang mantan Kepala Sub Direktorat III Ditreskrimum Polda Jawa Barat, itu ditahan sejak 12 Agustus 2014 karena menerima suap sejumlah Rp 5 miliar dan uang US$ 168.000 dari bandar judi.

Dalam kasus ini polisi juga telah menahan anak buah MB, yakni AKP DS, mantan Panit II Unit V Subdit III Ditreskrimum Polda Jabar pada 1 Oktober 2014. DS diduga menerima uang suap total Rp 370 juta dari bandar judi berinisial AI. Tersangka AI juga sudah ditahan bersama AKP DS.

Uang ratusan juta itu diberikan AI, sebagai jasa untuk membuka 459 nomor rekening yang diblokir polisi dalam kasus judi online. Saat itu perkaranya ditangani Ditreskrimum Polda Jabar, bahkan sempat mangkrak setahun sejak 2013. Setelah diselidiki terungkaplah kedua tersangka menerima uang panas sebagai pelicin dari bandar judi online berinisial AI, DT, dan T.  Sementara DT dan T kasusnya masih pendalaman dan masih bebas berkeliaran.

Perkara ini pun terungkap setelah tim Paminal menerima info bila penyidik Subdit III Polda Jabar membuka blokir atas ratusan nomor rekening yang berisi dana judi pada 17 Juni 2014 di luar prosedur.

Kedua pamen Polda Jabar itu dikenakan Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 KUHPidana. Ancaman pidana pada Pasal 12, paling lama seumur hidup atau 20 tahun penjara. (Ans)

PANDI Sibuk Matikan Situs Judi Domain Dan Esek Esek

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mematikan sementara (suspend) dua domain .id yang diduga digunakan sebagai situs esek-esek dan situs judi. Tindakan ini dilakukan setelah PANDI mendapatkan aduan dari masyarakat.

“Minggu lalu kami berturut-turut menerima aduan yang dikirimkan dengan melakukan mention ke akun twitter kami, @PANDI_ID,” ujar Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, dalam keterangannya, Selasa (9/12/2014).

Pada Senin, 1 Desember 2014, akun Twitter @cuaknet mengadukan domain tvstreaming.web.id yang digunakan untuk pornografi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata web tersebut memang berisi kumpulan foto perempuan Indonesia tanpa busana.

PANDI kemudian melaporkan temuan ini kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Kominfo RI. Setelah melaporkan ke PPNS Kominfo, PANDI kemudian melakukan suspend dengan cara mengarahkan nama domain tersebut ke laman http://pelanggaran.pandi.id.

Tiga hari kemudian, pada 4 Desember malam, PANDI menerima aduan dari akun Twitter yang sama. Kali ini akun @cuaknet melaporkan domain agenbola.id.

Sama seperti kasus tvstreaming.web.id, begitu menerima aduan PANDI langsung melakukan pengecekan. “Memang jelas dari tampilannya dapat diduga domain agenbola.id ini digunakan untuk judi pkrrepublik online,” ujar Sigit.

Esok harinya, PANDI kembali melakukan pelaporan ke PPNS Kominfo. Setelah melapor, PANDI tidak langsung melakukan suspend karena pembuktian untuk kasus judi memang tidak semudah pembuktian pada kasus pornografi.

“Atas saran PPNS Kominfo, kami mengirimkan email peringatan terlebih dahulu kepada pengguna nama domain tersebut. Karena sampai batas waktu yang ditentukan hari ini tidak ada respon sama sekali, maka kami lakukan suspend,” jelas Sigit.

Sigit mengatakan, PANDI akan selalu tegas pada pengguna domain .id yang melakukan penyalahgunaan. “Kami harus menjaga domain .id tetap terpercaya dan tidak digunakan untuk web yang melanggar hukum Indonesia. Domain .id tidak boleh digunakan untuk pornografi, judi, penipuan, dan pelanggaran hukum lainnya,” kata Sigit.

Sebelumnya, PANDI juga berapa kali melakukan suspend pada domain-domain yang digunakan untuk melanggar hukum, mulai dari pornografi hingga menjual obat tanpa izin. PANDI mengapresiasi masyarakat yang melaporkan tindakan penyalahgunaan domain .id.

“Masyarakat yang ingin melapor bisa mengirimkan email ke abuse@pandi.id,” pungkasnya.