Pemprov DKI akan beri sanksi 3 PNS penjudi

Ketiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tertangkap tangan oleh polisi karena bermain agen situs online akan segera mendapatkan sanksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Namun, ancaman sanksi yang akan diterima para pelaku disesuaikan dengan aturan kepegawaian.

“Ancaman sesuai aturan, itu ada di bidang kepegawaian semua dan kalau saya ditanya apa? Saya juga tidak hafal. Kita pasti proses itu berdasarkan aturan,” ujar Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Cucu Ahmad Kurnia kepada merdeka.com, Rabu (24/2).

Sanksi yang akan diberikan Pemprov sejauh berupa sanksi administratif. Akan tetapi, bentuknya akan disesuaikan terhadap tingkat kesalahan para pelakunya.

“Sanksi macam-macam, kalau baru pertama mungkin baru berupa teguran. Tapi kalau sudah 2 atau tiga kali, akan kita kenakan sanksi administrasi, berupa turun pangkat atau penundaan kenaikan pangkat,” lanjut dia.

Jika tersangka? “Itu beda, itu kan proses pengadilan. Kalau kita berdasarkan undang-undang yang diterbitkan pemerintah pusat,” tutup Cucu.

Tiga Pegawai Negeri Sipil (PNS) tertangkap basah sedang main judi di Kantor Kelurahan Palmeriam. 3 PNS itu berinisial AG, MN dan JP.

Sebelum dibakar, penumpang mobil dikabarkan gerebek perjudian

Pembakaran mobil Kijang Innova bersama dua penumpangnya di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (26/2) malam, masih menyisakan misteri. Selain ada perbedaan keterangan antara pihak kecamatan dengan kepolisian, identitas korban amuk massa ini juga belum jelas.

Namun, dari informasi yang beredar di lapangan, sebelum dikejar warga, lima penumpang Toyota Kijang Innova mengaku sebagai polisi dan menggerebek lokasi perjudian poker online di kawasan Desa Sampe Gita, Kecamatan Kutalimbaru. Namun, mereka diteriaki sebagai maling, sehingga melarikan diri dari kejaran warga.

Akhirnya, amuk massa pun terjadi. Dua orang dibakar bersama Toyota Kijang Innova yang mereka tumpangi, sedangkan tiga orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Camat Kutalimbaru Imanuel Bangkit Ginting menyatakan, seorang di antara tiga orang itu menyelamatkan diri ke rumah kepala desa. Selanjutnya, dia dibawa ke Polsek Kutalimbaru.

Kepala Desa Lau Bakeri Adir Ginting yang dihubungi pun mengaku menyelamatkan satu di antara tiga orang itu.

“Ya, saya sedang di Polsek sama yang saya selamatkan. Tapi, ini sedang diproses, sama camat saja ya,” katanya.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang, yang datang ke lokasi justru menyatakan belum ada yang diamankan pihak kepolisian, baik dari pihak penumpang Toyota Kijang Innova maupun warga. Dia pun menyatakan, dari identifikasi sementara, kelima orang yang dikejar warga bukanlah aparat kepolisian.

Dia hanya mengakui kronologi amukan massa itu diawali teriakan maling kepada mobil yang mengarah dari Desa Sampe Gita menuju Desa Lau Bakeri. Teriakan itu membuat warga desa berkumpul dan akhirnya menghakimi. Tiga orang berhasil melarikan diri. Nahas bagi dua lainnya, mereka tidak bisa menyelamatkan diri.

Keduanya dibakar bersama mobil Toyota Kijang Innova yang ditumpangi. Jenazah keduanya sudah dievakuasi dan tengah diidentifikasi di RSUP H Adam Malik Medan.

Raja dan Ratu Judi Bola Online Diringkus Polisi di Kalideres

Aparat Subdit Reserse Mobile (Resmob) membongkar praktik perjudian agen situs online jenis bola online dan Totok Gelap (Togel) di dua lokasi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Dua orang ‘raja dan ratu judi’ level agen ditangkap dalam kasus ini.

“Kasus perjudian ini terungkap setelah adanya informasi dari masyarakat,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada detikcom, Minggu (9/8/2015).

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto mengatakan, dua tersangka yang ditangkap beroperasi di Perumahan Taman Permata Palm, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (6/8) lalu.

Dua tersangka yaitu seorang lelaki berinisial SK alias Hans dan perempuan berinisial JK. Penangkapan ini dipimpin oleh Kompol Handik Zusen dan Kompol Teuku Arsya.

“Kedua tersangka ini levelnya agen,” kata Didik.

Tersangka SK sebagai agen judi bola dan togel online memanfaatkan fasilitas SMS dan telepon untuk menerima taruhan dari para pemain. SK juga menjadi operator yang menerima taruhan judi bola online di www.sbxxxx.com dan www.ibcxxx.com.

“Selanjutnya tersangka mengirimkan atau mempertaruhkan hasil judi Togel dan judi bola dari para pemain kepada bandar Judi dan penghitungan kalah atau menang penyelenggaraan judi tersebut dihitung secara langsung antara pemain dengan tersangka SK alias HANS,” paparnya.

Dari tersangka SK, polisi menyita 1 buah token key BCA, 1 buah buku tabungan BCA, 1 buah kartu ATM BCA, 1 unit kalkulator, 1 unit telepon genggam dan 1 unit komputer Apple Macintosh.

Sementara, dari tersangka JK, polisi mengamankan barang bukti 1 unit handphone E63, 1 unit kalkulator, 1 buku rekening, 1 buah ATM BCA. Tersangka JK menerima taruhan judi togel di Taman Semanan Indah, Kalideres, Jakbar.

“Omset diperkirakan sekitar Rp 50 juta per hari,” tutupnya.

Jaringan Judi Online Surabaya-Bali Beromset Puluhan Milliar Dibongkar

Jaringan judi pokerrepublik online yang memiliki omset miliaran rupiah per bulan dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Subdit Cyber Crime.

Dari pengungkapan bandar judi online di wilayah Surabaya dan Bali, polisi mengamankan dua tersangka dan beragam handphone, smartphone, laptop, ATM dan rekening bank BCA.

“Awal penangkapan di Surabaya dengan tersangka inisial FR. Setelah dikembangkan, ditangkap tersangka EW di Bali,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Pol Nur Rohman saat jumpa pers di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (20/4/2016).

Pada 13 April lalu, anggota Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah rumah di Perumahan Citraland East Wood, Sambikerep, Surabaya. Penggerebekan itu dilakukan, setelah polisi menerima laporan dari masyarakat tentang dugaan kasus tindak pidana perjudian online.

“Untuk barang bukti di Surabaya tidak terlalu besar, hanya Rp 77 juta. Tapi setelah dikembangkan, berkembang diwilayah Polda Bali, dengan menangkap tersangka EW di Denpasar,” katanya sambil menambahkan, barang bukti rekening yang disita, menunjukkan adanya transaksi sebanyak tiga kali dengan nominal sekitar Rp 700 juta, Rp 400 juta dan Rp 200 juta.

“Omset per bulan TKP di Surabaya sekitar Rp 2 milliar. Kalau TKP di Bali bisa mencapai sekitar puluhan milliar rupiah,” jelasnya.

Kedua tersangka ini adalah bandar judi online judi bola dan togel. Untuk di Surabaya, sudah beroperasi sejak Tahun 2013. Sedangkan yang di Bali, diperkirakan lebih lama atau juga tahun 2013.

Tersangka FR dan EW dijerat pasal 27 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 dan Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang ITE, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp 1 milliar. “Ini masih kita kembangkan, termasuk mencari jaringan yang diatasnya,” tandasnya.

Pengacara 7 Media Hadirkan Saksi Wartawan

Sidang gugatan Raymond Teddy H, pria yang masih berstatus tersangka kasus perjudian agen situs online di Hotel Sultan tahun 2008 lalu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Sidang dengan tergugat RCTI, Warta Kota dan Kompas.com ini mengagendakan saksi fakta yang dihadirkan oleh pengacara tergugat.

Dalam persidangan yang dimulai pukul 13.20 WIB, Senin (13\/4\/2010) ini menghadirkan 3 saksi yakni Didit Tri Kertapati dari detikcom, Putra Nababan dari RCTI, Gardi Gazarin dari Suara Pembaruan, dan Budiman dari Kompas.

Dalam kesaksiannya, Didit dari detikcom banyak menceritakan perihal jumpa pers yang diumumkan oleh Mabes Polri soal pengungkapan kasus judi di Hotel Sultan dengan salah satu tersangka RM yang saat itu statusnya sebagai buron.

Didit bercerita, jumpa pers yang digelar Mabes Polri pada 27 Oktober 2008 dilakukan oleh Kadiv Humas Mabes Polri saat itu yang masih dijabat oleh Irjen Pol Abubakar Nataprawira. Saat jumpa pers, Abubakar mengatakan status RM adalah sebagai tersangka karena bertindak sebagai fasilitator penyelenggara judi yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

\\\”Penyelenggara adalah YM dan diberi fasilitas oleh RM yang saat ini menjadi buron,\\\” kata Didit di PN Jakbar, Jl Letjend S Parman, Jakarta Barat.

Menurut Didit, dalam jumpa pers juga disebutkan barang bukti kasus perjudian itu.

Pihak pengacara penggugat sempat keberatan dengan kesaksian Didit lantaran yang bersangkutan saat ini adalah berstatus sebagai reporter di detikcom. \\\”Padahal, detikcom saat ini juga menjadi salah satu tergugat dalam perkara yang sama,\\\” ujar salah satu kuasa hukum penggugat.

Sementara kuasa hukum tergugat, Amir Syamsuddin membalas keberatan kuasa hukum penggugat. Amir mengatakan, tidak masalah Didit bersaksi untuk kasus ini lantaran kasus gugatan terhadap detikcom tidak didaftarkan di PN Jakbar serta memiliki nomor perkara yang berbeda.

Akhirnya majelis hakim tetap mempersilakan Didit untuk memberi kesaksian dengan catatan keberatan dari pihak penggugat dicatat oleh panitera.

Raymond Teddy H menggugat Kompas, Koran Seputar Indonesia (Sindo), Suara Pembaruan, Warta Kota, RCTI, Republika, dan detikcom terkait pemberitaan kasus
judi di Hotel Sultan.

Raymond pernah ditahan Polri karena menjadi tersangka dalam kasus judi tersebut.
Dalam gugatan kepada 7 media, Raymond menggugat masing-masing media antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar.

Sidang ini juga dipantau oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Hingga pukul 14.20 WIB, sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, Mustofa,
masih berlangsung.

Pengacara: Wartawan Telah Sesuai dengan Keterangan Polisi

Sidang gugatan Raymond Teddy H, pria yang masih berstatus tersangka kasus perjudian pokerrepublik di Hotel Sultan tahun 2008 lalu kembali digelar. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat tersebut, pengacara tergugat menganggap apa yang dilakukan oleh para jurnalis telah sesuai dengan kode etik jurnalistik.

\\\”Fakta yang ditulis oleh para wartawan telah memenuhi kaidah jurnalistik, bukan spekulasi,\\\” ujar kuasa hukum 7 media yang digugat oleh Raymon, Amir Syamsuddin usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jl S Parman, Jakarta, Selasa (13\/4\/2010).

Amir menjelaskan, apa yang ditulis oleh 7 media adalah berdasarkan rilis dari kepolisian, meskipun pada akhirnya Raymond dilepas karena masa penahanan telah habis.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat itu enggan menyebutkan sidang ini adalah upaya pembredelan media oleh pihak-pihak tertentu.

\\\”Kita tidak boleh menuduh seperti itu. Menggugat adalah hak setiap warga negara. Jadi biar pengadilan saja yang menentukan,\\\” ujarnya.

Amir menambahkan, para jurnalis tidak bisa dipersalahkan karena belum melakukan konfirmasi atas Raymond yang menjadi tersangka. Sebab saat itu Raymond posisinya sebagai buron dan sulit untuk diupayakan konfirmasi.

\\\”Tidak boleh dipersalahkan wartawannya, karena statusnya di bawah pencarian polisi,\\\” imbuhnya.

Sementara pengacara Raymond, Togar M Nero keberatan dengan kesaksian dari tergugat. Dua dari empat saksi yang dihadirkan dianggap memberikan kesaksian yang berbeda-beda.

\\\”Terkesan mereka merekayasa kesaksiannya,\\\” ujar Togar tanpa menyebut poin-poin mana yang direkayasa.

Raymond yang juga hadir dalam persidangan tersebut enggan diwawancarai. Usai sidang, dia langsung dibawa pengacaranya keluar ruangan sidang.

Awalnya, pengacara tergugat akan menghadirkan 4 saksi yakni Didit Tri Kertapati dari detikcom, Putra Nababan dari RCTI, Gardi Gazarin dari Suara Pembaruan, dan Budiman dari Kompas. Keempatnya juga telah hadir di persidangan. Namun cuma dua saksi saja yang diperiksa yakni Didit dan Gardi.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa 20 April dengan agenda tetap menghadirkan saksi dari tergugat.

Raymond Teddy H menggugat Kompas, Koran Seputar Indonesia (Sindo), Suara Pembaruan, Warta Kota, RCTI, Republika, dan detikcom terkait pemberitaan kasus judi di Hotel Sultan.

Raymond pernah ditahan Polri karena menjadi tersangka dalam kasus judi tersebut. Dalam gugatan kepada 7 media, Raymond menggugat masing-masing media antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar.

Adanya Beking Yang Menutupi Judi Online Di Pekan Baru

Terkait penggerebekan judi di Pekanbaru, Polda Riau akan melakukan pemeriksaan internal. Mereka akan melakukan penyelidikan terhadap anggota yang diduga menerima jatah uang hasil agen situs online dari pengusaha.

“Pengawasan internal dalam masalah ini tentu kita lakukan. Kita kan punya Irwasda dan Propam. Mereka bertugas melakukan penyelidikan internal itu,” kata Kapolda Riau Brigjen Suedi Husin kepada detikcom, Jumat (7\/6\/2013) terkait penggerebekan judi oleh Mabes Polri.

Menurut Suedi, saat ini pihaknya tengah meminta keterangan sejumlah saksi. “Setelah itu pasti kita kembangkan soal dugaan anggota kita terlibat di sana,” kata Brigjen Suedi Husein.

Suedi mengaku tidak main-main. Jika ada anggota terlibat atau menerima setoran judi, maka akan ditindak tegas.

Suedi tidak merasa kecolongan terhadap penggerebekan judi oleh Mabes Polri tersebut. “Lho siapa bilang saya kecolongan? Tim Mabes datang ke Pekanbaru lapor saya kok. Kita tetap koordinasi. Ya mungkin anggota saya memang tidak tahu kalau ada tim Mabes datang, tapi saya mengetahui itu,” paparnya.

Pada tahun 2012 lalu, polisi sudah menggerebek lokasi judi yang digerebek Mabes Polri. Saat itu, Polda Riau sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka. Hanya berkas yang dikirim ke jaksaan dikembalikan lagi.

“Apa alasannya ya silakan tanya jaksa saja,” kata Suedi.

Tim Mabes turun ke Riau berarti kasus perjudian mendapat perhatian. “Agar pengusahanya jangan merasa sombong. Biar mereka tahu bahwa Mabes Polri juga mengawasi seluruh wilayah di Indonesia ini,” kata Suedi.

Mabes Polri menggerebek 2 lokasi judi yang dimiliki satu pengusaha, Kamis (6\/6) kemarin. 2 Pengelola berinisial L dan B dijadikan tersangka.

Hermas Diduga Tak sendiri Jalankan Bisnis Judi Online

Hermas alias Ahok dan Ket Bun alias Abun merupakan tersangka bisnis judi pokerrepublik online di Batam. Polisi pun memburu salah satu tersangka lainnya yang disinyalir think-tank dalam menjalankan roda bisnis haram tersebut.

“Ada satu DPO (daftar pencarian orang), dia di belakang dua orang ini, di atasnya kedua orang ini,” kata Direktur Tipid Eksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (18\/11\/2013).

Hasil pemeriksaan sementara, Ahok dan Abun hanya sebagai pengendali atau operator dalam roda bisnis judi bola itu.

“Setiap bulan mereka menerima gaji dari atasannya, dia orang Indonesia,” kata Arief.

Polisi menangkap Ahok Cs di Komplek Ruko Tanah Mas, Blok A No 1, Sei Panas, Batam, 2 November 2013 lalu. Modus yang dilakukan kedua tersangka adalah dengan me-relay saluran-saluran TV nasional saat pertandingan bola berlangsung.

“Siaran langsung bola dimanfaatkan oleh para tersangka, sementara server berada di salah satu negara, tanpa sepengetahuan stasiun TV,” kata Arief beberapa waktu lalu.

Para player (sebutan untuk para penjudi), diminta untuk mengikuti beberapa persyaratan, salah satunya dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening yang sudah disiapkan.

“Setelah transfer untuk deposit, maka player akan mendapat username dan password,” papar Arief.

Setelah itu, mereka dapat menyaksikan pertandingan yang disiarkan relay melalui server www.sbxxx.com ke www.indoxxxx.com dan www.xxx303.com

Bagi mereka yang menang dalam pertaruhan pertandingan, maka uang akan ditransfer. Namun rekening yang digunakan tidak sama seperti saat para player mendepositkan uangnya.

Kedua tersangka saat ini mendekam di tahanan Polda Kepri. Bareskrim masih terus mengembangkan kasus ini dan mencari otak dari judi tersebut.

Penyidik saat ini memblokir 141 rekening yang digunakan tersangka untuk menampung deposit uang para pemain judi. “Dari rekening diketahui mengalir kemana. Mudah-mudahan bisa terungkap dari rekening tersebut,” kata Arief.

Selain pasal perjudian seperti diatur dalam pasal 303 KUH Pidana, para tersangka juga dijerat pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dan Undang-undang TPPU.

Judi Sie Jie Batam: Dari Hongkong, Singapura, Tiongkok hingga Sydney

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang mengamankan empat pelaku Judi agen situs online.

Omzet judi online ini mampu meraup hingga Rp 1,2 miliar.‎

Keempat pelaku ini masing-masing bernama Hutan (43), Adi (30), Jhon Nelson (42), dan Ismail (40) yang diamankan dari tempat yang berbeda di kawasan Batuaji.

Penangkapan pelaku ini berawal dari informasi masyarakat yang resah adanya praktik judi di wilayah Batuaji dan Sagulung.

Polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat melacak bandar Sie Jie.

Hutan alias Aseng tertangkap di kedai roti kawasan pertokoan Tunas Regency Sagulung dan kemudian polisi mengamankan barang-barang bukti tempat pelaku beroperasi di Sagulung Baru.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga mengaku bahwa para pelaku ini cukup canggih.

Mereka yang bekerja dengan sistem online ini memiliki Aplikasi komputer untuk merekap dan membuang barang bukti rekapan dalam waktu yang singkat.

“Jadi sistem online yang mereka jalankan ini telah memiliki aplikasi komputer ataupun HP untuk merekap,” katanya.

Aplikasi pemesanan secara online dapat dipesan via HP cerdas dengan terlebih dahulu mendownload atau memasuki website yang tersedia.

Jenis judi nomor yang dijalankan oleh para pelaku ini di antaranya nomor Hongkong, Manila, Singapura, Tiongkok, Sidney, dan Kamboja.

“Masing-masing operasi judi online ini beroperasi pada hari-hari yang telah ditentukan,” terangnya.

Adapun barang bukti di antaranya lima komputer, 13 HP, buku Tabungan dan ATM, sejumlah kalkulator penghitung, rekapan manual dan uang 2,5 juta rupiah dan 101 dolar Singapura.

Nopan dan Rizki Curi Motor Untuk Main Judi Online

Ketagihan bermain judi pokerrepublik online menggiring seseorang untuk melakukan tindak kejahatan, seperti yang dialami Nopan dan Rizki.

Mereka adalah penggandrung permainan judi online. Gara-gara itu juga mereka kini mendekam di sel Polsek Sukarame.

Nopan dan Rizki mencuri sepeda motor yang uangnya dipakai untuk bermain judi online.

Nopan mengatakan, mereka mau mencuri motor karena butuh uang untuk main judi online dan menebus motornya yang digadai.

Motor Nopan digadai juga untuk bermain judi online. Mereka pun menyusun rencana di sebuah warnet. Nopan mencuri sepeda motor korban AJ (10) dengan pura-pura meminta diantar ke suatu tempat. Motor AJ laku terjual seharga Rp 1,8 juta.

Menurut Nopan, uang itu mereka pakai untuk menebus motornya yang digadai sebesar Rp 1,2 juta.

“Sisanya kami bagi dua untuk main judi online,” ujar Nopan yang diiyakan Rizki.

Pencurian motor itu terungkap oleh kepolisian. Petugas Polsek Sukarame menangkap Nopan dan Rizki.(*)