Bareskrim Polri Tangkap Penjudi “Online”

Penyidik kejahatan cyber Badan Reserse Kriminal Polri menangkap 12 tersangka kasus dugaan judi agen situs online di Jakarta, Bandung, dan Bali. Para tersangka antara lain berperan sebagai penyedia layanan judi online tersebut. Dalam judi online itu, dipertaruhkan hasil-hasil pertandingan sepak bola, termasuk piala dunia.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Dua tersangka dari wilayah Grogol, Jakarta Barat, berinisial DD dan RC. Enam tersangka dari Jakarta dan Bali, yaitu HK, TH, RM, HD, EY, dan AW. Empat tersangka dari Bandung adalah HP, YH, AS, dan HK.

Barang bukti yang disita antara lain buku rekening BCA, laptop, telepon genggam, kendaraan, dan iPad.

Para tersangka kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri. Para tersangka diduga menyediakan jasa judi online dengan mempertaruhkan hasil pertandingan sepak bola, termasuk piala dunia.

Judi “Online” Dibongkar

Bandar judi online beromzet Rp 400 juta per hari dibongkar Satuan Kejahatan dan Kekerasan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Bisnis judi pokerrepublik yang sudah berjalan dua tahun ini menggunakan situs www.kakakxxxx.com untuk menjaring anggota.

Pemilik bisnis judi itu, RH (51), masih buron. Saat ini, RH diketahui berada di China.

Polisi baru menangkap enam orang yang bekerja sebagai operator dalam usaha judi online itu dan ditetapkan menjadi tersangka, yakni LAS (25), RC (23), OPP (21), EK (21), ST (22), dan NN (18). Mereka berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Sabtu (3/3), memaparkan, bisnis judi itu terungkap pada 29 Februari setelah Satuan Kejahatan dan Kekerasan menggerebek rumah RH di Jalan Jati Raya Nomor 72, RT 08 RW 10, Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

”Rumah itu digerebek pukul 10.00, memanfaatkan kesempatan saat pembantu di rumah itu keluar. Sebab, kalau dipaksa masuk, akan menimbulkan keributan karena pagar rumahnya cukup tinggi,” ujar Rikwanto.

Dari rumah itu, RH, dibantu enam tersangka yang telah ditangkap, menjalankan bisnisnya selama 24 jam tanpa henti.

Total anggota yang berhasil mereka jaring hingga saat ini 22.000 orang dari Indonesia dan beberapa negara lain. Bahkan, di situsnya diklaim bahwa sudah ada 30.000 anggota yang tergabung dalam judi online itu.

Polisi mengamankan tujuh set komputer serta delapan key bank (token yang berfungsi untuk mentransfer uang kepada nasabah). Selain itu, juga diamankan uang Rp 300 juta yang ditarik dari rekening Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA) milik bisnis judi itu, tempat menyimpan uang deposit para anggota.

Menurut Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Helmi Santika, setiap anggota baru yang mendaftar diwajibkan memberikan deposit minimal Rp 200.000.

Dengan deposit itu, seorang anggota baru bisa mengakses permainan yang disediakan, seperti judi bola, kasino, togel singapura, dan mickey mouse.

Bahkan, untuk beberapa jenis permainan kasino, setiap anggota yang bermain diwajibkan memiliki saldo Rp 15 juta hingga Rp 100 juta. Uang deposit dari anggota kemudian disimpan dalam rekening BCA dan Bank Mandiri.

LAS bertugas mentransfer uang kemenangan kepada anggota. RC berkomunikasi dengan anggota di Yahoo Messenger. OPP membuat akun anggota, sementara ST mengonfirmasi pendaftar. Tersangka paling muda, NN, bertugas menghapus data anggota yang dalam waktu sebulan tidak aktif.

”Mereka ini masing-masing memperoleh gaji Rp 2 juta per bulan,” ujar Helmi.

Uang ditransfer ke setiap rekening pemenang permainan. Pengiriman dilakukan menggunakan token yang diperoleh dari BCA dan Bank Mandiri, tempat menyimpan uang deposit anggota.

”Token ini mereka peroleh dari pihak bank karena memang bank memberikan alat token ini kepada usaha yang berbasis online,” lanjutnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Harmanto menduga bahwa pelaku tidak hanya menggunakan satu alamat situs, tetapi juga beberapa alamat. Dari situs www.kakakxxxx.com disebutkan bahwa anggota dapat mengakses permainan di dua situs lain, yakni www. agentxxxx.com dan www. topxxxx.us.

Semalam, beberapa bagian dari situs itu masih bisa diakses, belum diblokir. (MDN)

Terjerat Judi Online, Pengangguran Ini Embat Motor Temannya Nongkrong

Mengaku memiliki utang agen situs online, Jefri Sandi (18), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong 5 Ulu, Kedukan Laut, RT 19/05, Kecamatan SU 1, Palembang ini, nekat melarikan motor temannya sendiri jenis Yamaha Vixion warna merah milik Hengky (18).

Jefri yang tak memiliki pekerjaan ini, melarikan motor Hengky pada (17/2/2015) di kawasan Sekip Tengah, ketika dua sohib tersebut sedang nongkrong di depan Roti Momy Bakery.

Dengan modus berpura-pura membeli gorengan, Jefry akhirnya mengelabui Hengky hingga motor tersebut dia gadaikan ke kawasan Banten seharga Rp 1 juta kepada Herman.

“Saya terpaksa melakukan aksi ini pak, karena saya tidak ada uangnya untuk bayar utang Poker,” ungkap Jefry.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Suryadi menuturkan, tersangka ini ditangkap setelah adanya laporan dari korban.

“Tersangka kita amankan saat berada di kawasan Jalan Pamor, kemarin malam sekitar pukul 21.00,” ungkap Kasat.

“Iseng Main Judi Online Kok Sampai Setahun”

Ada-ada saja alasan pecandu judi pokerrepublik online setelah ditangkap polisi. Dio Wicaksono (25) misalnya. Ia ditangkap petugas Satreskrim Polres Tanjung Perak, Surabaya.

Awalnya warga Tambaksari ini berkelit terlibat dalam judi online saat petugas Polres Tanjung Perak mendatangi biliknya. Saat petugas memeriksa isi dompetnya, ada bukti transfer ke rekening yang biasa digunakan untuk transaksi judi online.

Dio sudah setahun kecanduan judi online. Usai menerima bayaran tiap akhir akhir pekan, Dio selalu datang ke warnet yang tidak jauh dari rumahnya. Dia langsung membuka website judi online. Sekali ikut judi online, Dio membeli koin seharga Rp 100.000.

“Saya hanya iseng saja. Daripada menganggur, saya main ke warnet,” kata Dio.

Pernyataan inilah yang membuat petugas tersenyum kecut. Seorang petugas sempat nyeletuk, “Iseng kok sampai setahun.” Dio hanya tertunduk mendengar celetukan petugas itu.

Selama bermain judi online, Dio mengaku hanya sekali mendapat koin senilai Rp 50.000. Uang inilah yang membuatnya kecanduan. Dia berharap bisa memenangkan terus permainan kyu-kyu dan mendapat koin.

Bukan hanya Dio yang mengaku iseng ikut permainan judi online. Tersangka lain, Soni (27), juga mengaku iseng main judi online. Warga Sidoarjo ini ditangkap Satreskrim Polres Tanjung Perak saat bermain judi online di warnet di Jalan Kertajaya.

“Saya baru dua bulan main judi online. Tapi belum pernah menang,” kata pemain judi online jenis remi ini.

Tukang Ojek Merangkap Bandar Judi Poker Diciduk Polisi

Tersangka Bandar Judi Poker AS (43), warga Murung Raya, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), tidak menyadari kedatangan anggota Polisi yang akan menciduknya saat berada di rumah.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko melalui Kapolsek Daha Utara IPTU Hilmi Wansyah, di Daha Utara, Rabu (11/10), mengatakan, AS diduga kuat melakukan perjudian dengan berperan sebagai bandar judi pokerrepublik online.

“AS kami ciduk sedang santai sedang memainkan telepon genggamnya miliknya, yang ternyata berisi pesan-pesan singkat mengenai permainan judi poker.,”katanya.

Dijelaskan dia, dalam keseharian AS dikenal warga berprofesi sebagai tukang ojek, dan tiga bulan terakhir ternyata menjalankan usaha sebagai pengepul atau bandar judi poker.

AS ditangkap di rumahnya, di Desa Murung Raya, Kecamatan Daha Utara Senin (9/10), pukul 19.00 Wita, penangkapan dilakukan anggota Polsek Daha Utara dipimpin Kapolsek Daha Utara IPTU Hilmi Wansyah.

Baik barang bukti dan AS digelandang ke Mapolsek Daha Utara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dan bakal dijerat dengan pasal 303 bis ayat 1 ke 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Heboh! Zaskia Gotik Promosikan Judi Poker Online

Pedangdut Zaskia Gotik kini terpaksa kembali menjadi sasaran hujatan.

Pasalnya, pedangdut yang diangkat sebagai Duta Pancasila ini mempromosikan judi pokerrepublik online di akun Instagram miliknya.

Pelantun 1000 alasan ini menuai hujatan lantaran dinilai merendahkan predikat yang ia terima sebagai Duta Pancasila.

Gotik menerima penghargaan sebagai Duta Pancasila saat ia terlibat kasus dugaan penghinaan Pancasilaa.

Lalu kini ia membuat dirinya kembali merasakan hujatan karena mempromosikan judi online.

Secara terang-terangan, Zaskia memperlihatkan penampakan aplikasi judi online tersebut.

Bahkan ia menuliskan keterangan yang menjelaskan permainan tersebut melibatkan sejumlah uang.

https://www.instagram.com/p/BURabYfh6MO/?taken-by=agus_bunyu&hl=en

“Guys…buat kalian yang suka main kartu,gabung yuk di ****.top salah satu agen online terbesar & terpercaya di indonesia cukup dengan deposit 50 rbu aja sudah bisa main loh, disini terdapat juga game kartu lainnya customer servisnya ramah & responya cepat loh dari adminnya serta online 24 jam disini juga memberikan bonus buat kalian disetiap minggynya : 1.bonus cashback 0.5% 2.bonus referal 20%.

Tunggu apalagi ,buruh daftar ya sekarang juga… aku tunggu guys#lapakqq, #pokeonline, ,#bandarbola,” tulisnya Zaskia pada caption.

Namun postingan tersebut sudah menghilang dari akun Instagram Gotik.

Lalu diunggah ulang oleh beberapa akun, salah satunya @igtainment.

Sontak saja, postingan tersebut semakin membuat Zaskia Gotik banjir hujatan.

“Dia ga ngerti soalnya…maklum limit pendidikanya doi,” tulis @mawardirudini.

“Pendidikan sngt di perlukn…biar ga ky bgini…tp tdk slh ny dia tanya2 klo mw endorse ky bgini,” tulis @gina_rully.

“Arek iki ra sekolah tapi bodone yo tenanan… kan ada ya mski ngga skolah formal tinggi2 tpi smart.. attitude kece… klo ini mah brainnya pindah ke bokong.. #upsss,” tulis @barokallohu_aulia.

“Kaianya dia pas sekolah nyampe gerbang doank n pas ngaji mlah pacaran.. Emang smua mnusia bkin dosa n setiap transaksi keuangan juga beresiko mngandung unsur Judi/riba tapi gak harus kliatan juga donk begonya,” tulis @gamakichi91.

“Wkwkwkkwkw desu kan Oon.diblik demi mndaptkn uang atw mangkir dari kesalahan.Ntar jawab nya Eneng kan gak tau apa2 Eneng kan skolah gak tinggiiii dsb..huhhh prett,” tulis @erni_nopianty.

Perkara Kasus Judi Online Perwira Polda Jabar di Tangan Kejaksaan

Berkas perkara AKBP Murjoko Budoyono, perwira Polda Jawa Barat yang terseret dalam kasus dugaan suap bandar agen situs online hampir selesai. Berkas perkaranya dilimpahkan kepada kejaksaan untuk diteliti.

“Penyidik Tipikor Bareskrim telah mengirimkan berkas perkara tahap I untuk perkara tindak pidana suap dalam penyidikan kasus judi online di Polda Jabar dengan tersangka AKBP MB (Murjoko Budoyono), hari Jumat 10 Oktober kemarin,” kata Kasubag Opsnal Direktorat Tipikor Bareskrim AKBP Arief Adiharsa di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).

Adapun nomor berkas perkara berdasarkan Surat Direktur Tipikor Bareskrim No : B/658/X/2014 tertanggal 10 Oktober 2014.

Tersangka yang mantan Kepala Sub Direktorat III Ditreskrimum Polda Jawa Barat, itu ditahan sejak 12 Agustus 2014 karena menerima suap sejumlah Rp 5 miliar dan uang US$ 168.000 dari bandar judi.

Dalam kasus ini polisi juga telah menahan anak buah MB, yakni AKP DS, mantan Panit II Unit V Subdit III Ditreskrimum Polda Jabar pada 1 Oktober 2014. DS diduga menerima uang suap total Rp 370 juta dari bandar judi berinisial AI. Tersangka AI juga sudah ditahan bersama AKP DS.

Uang ratusan juta itu diberikan AI, sebagai jasa untuk membuka 459 nomor rekening yang diblokir polisi dalam kasus judi online. Saat itu perkaranya ditangani Ditreskrimum Polda Jabar, bahkan sempat mangkrak setahun sejak 2013. Setelah diselidiki terungkaplah kedua tersangka menerima uang panas sebagai pelicin dari bandar judi online berinisial AI, DT, dan T.  Sementara DT dan T kasusnya masih pendalaman dan masih bebas berkeliaran.

Perkara ini pun terungkap setelah tim Paminal menerima info bila penyidik Subdit III Polda Jabar membuka blokir atas ratusan nomor rekening yang berisi dana judi pada 17 Juni 2014 di luar prosedur.

Kedua pamen Polda Jabar itu dikenakan Pasal 11 dan Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 KUHPidana. Ancaman pidana pada Pasal 12, paling lama seumur hidup atau 20 tahun penjara. (Ans)

PANDI Sibuk Matikan Situs Judi Domain Dan Esek Esek

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mematikan sementara (suspend) dua domain .id yang diduga digunakan sebagai situs esek-esek dan situs judi. Tindakan ini dilakukan setelah PANDI mendapatkan aduan dari masyarakat.

“Minggu lalu kami berturut-turut menerima aduan yang dikirimkan dengan melakukan mention ke akun twitter kami, @PANDI_ID,” ujar Ketua PANDI Bidang Sosialisasi dan Komunikasi, Sigit Widodo, dalam keterangannya, Selasa (9/12/2014).

Pada Senin, 1 Desember 2014, akun Twitter @cuaknet mengadukan domain tvstreaming.web.id yang digunakan untuk pornografi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata web tersebut memang berisi kumpulan foto perempuan Indonesia tanpa busana.

PANDI kemudian melaporkan temuan ini kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Direktorat Keamanan Informasi Kementerian Kominfo RI. Setelah melaporkan ke PPNS Kominfo, PANDI kemudian melakukan suspend dengan cara mengarahkan nama domain tersebut ke laman http://pelanggaran.pandi.id.

Tiga hari kemudian, pada 4 Desember malam, PANDI menerima aduan dari akun Twitter yang sama. Kali ini akun @cuaknet melaporkan domain agenbola.id.

Sama seperti kasus tvstreaming.web.id, begitu menerima aduan PANDI langsung melakukan pengecekan. “Memang jelas dari tampilannya dapat diduga domain agenbola.id ini digunakan untuk judi pkrrepublik online,” ujar Sigit.

Esok harinya, PANDI kembali melakukan pelaporan ke PPNS Kominfo. Setelah melapor, PANDI tidak langsung melakukan suspend karena pembuktian untuk kasus judi memang tidak semudah pembuktian pada kasus pornografi.

“Atas saran PPNS Kominfo, kami mengirimkan email peringatan terlebih dahulu kepada pengguna nama domain tersebut. Karena sampai batas waktu yang ditentukan hari ini tidak ada respon sama sekali, maka kami lakukan suspend,” jelas Sigit.

Sigit mengatakan, PANDI akan selalu tegas pada pengguna domain .id yang melakukan penyalahgunaan. “Kami harus menjaga domain .id tetap terpercaya dan tidak digunakan untuk web yang melanggar hukum Indonesia. Domain .id tidak boleh digunakan untuk pornografi, judi, penipuan, dan pelanggaran hukum lainnya,” kata Sigit.

Sebelumnya, PANDI juga berapa kali melakukan suspend pada domain-domain yang digunakan untuk melanggar hukum, mulai dari pornografi hingga menjual obat tanpa izin. PANDI mengapresiasi masyarakat yang melaporkan tindakan penyalahgunaan domain .id.

“Masyarakat yang ingin melapor bisa mengirimkan email ke abuse@pandi.id,” pungkasnya.

Lapor Kecurian, Staf BP3TKI Kutip Uang Tender untuk Judi Online

Aparat kepolisian membekuk pelaku judi agen situs online di Jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Penangkapan pelaku tersebut dilakukan saat sedang beraktivitas (judi online) di kantor tempatnya bekerja di Balai Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Kabupaten Nunukan, ” kata Kapolres Nunukan AKBP Pasma Royce di Nunukan, Kamis, 5 Januari 2017.

Seperti dilansir dari Antara, Jumat (6/1/2017), penangkapan penjudi bernama Yusharyando Kojongan berawal dari laporan kehilangan uang sebesar Rp 60 juta di Mapolsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) pada 4 Januari 2017.

Saat itu, kepolisian setempat mencurigai laporannya palsu karena pelaku dikenal sangat aktif berjudi online. Selanjutnya, dilakukan penyelidikan, olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan reka ulang.

Uang sebesar Rp 60 juta tersebut merupakan anggaran tender Pemkab Nunukan untuk pengadaan katering pada Dinas Pendidikan, Dinas Kehutanan, Dinas Kebersihan dan Korpri.

“Banyak kejanggalan yang ditemukan saat dilakukan olah TKP dan reka ulang sehingga tim jatanras melakukan penyelidikan terhadap pelapor (pelaku),” ujar Pasma.

Ketika direka ulang atas laporan pelaku di kepolisian, yang bersangkutan diminta membuka rekening koran miliknya dan ternyata mengakui uang sebesar Rp 60 juta telah habis digunakan judi online.

“Saat berjudi online pelaku menggunakan komputer di kantornya (BP3TKI) dan handphone merek Oppo,” kata dia lagi.

Berkaitan dengan kasus ini, aparat kepolisian menyita rekap rekening koran pelaku Yusharyanto bernomor 0455400375, ATM BNI dengan sisa dana Rp 18 juta, dua ATM Bank Kaltim.

“Atas tindakan terserbut, pelaku kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Nunukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan,” kata Kapolres Nunukan.

Kapolri: E-KTP Palsu Asal Kamboja Diduga untuk Judi Online

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan penemuan Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang berasal dari Kamboja tidak berkaitan dengan pemilihan kepala daerah.

“Penemuan KTP palsu asal Kamboja tidak berkaitan dengan pemilu,” ucap Tito saat rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Tito menceritakan pada 2015 lalu ketika dirinya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pernah menemukan kasus serupa, yaitu menemukan lebih dari 100 KTP palsu. Ia mengatakan KTP tersebut digunakan untuk membuat rekening palsu dan menampung uang hasil judi dalam jaringan tersebut.

“KTP palsu mereka gunakan untuk buka rekening palsu, untuk tampung judi pkrrepublik online,” ujar dia.

“Kami sudah pernah menanganani kasus semacam ini,” tegas Tito.

Sebelumnya, paket berisi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) palsu asal Kamboja ditemukan di Perumahan Taman Surya, Cengkareng, Jakarta Barat menjelang Pilkada DKI 2017. Sebanyak 36 e-KTP palsu ini menggunakan e-KTP bekas yang datanya terisi atas pemilik sebelumnya.

Modusnya mengganti salah satu kolom di halaman pertama (overlay) seperti nama, alamat, foto, atau agama yang semuanya berbeda dengan data center di dalam chip.